Home

Karir

There are no events at this time

Login Admin



Spotlight





Untuk membatu sebagian masyarakat DIY dan Jawa Tengah DD Jogja memberikan bantuan

air kepada masyarakat penerima di Gunung Kidul, Prambanan, Kulon Progo dan Klaten

total bantuan senilai Rp. 15.000.000. Bantuan diserahkan oleh Ahmad Fauzi Direktur DD Jogja




PLN APJ Yogyakarta menyalurkan dana Program Partisipasi dan Pemberdayaan (P3L)

sebesar 7 juta rupiah, melalui Dompet Dhuafa Jogja.Dana tersebut akan dimanfaatkan

untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kurang mampu melalui Program

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC). Serah terima dilakukan secara simbolis oleh
Manager PT PLN APJ Yogyakarta, Ir Agus Salim, MM kepada Ahmad Paryanto Manager LKC
di Kantor PLN APJ Yogyakarta Jl. Gedong Kuning Yogyakarta.


 

Konsultasi Online

Ahmad Paryanto
Ahmad Paryanto

Ajeng R Idraswari
Ajeng R Idraswari

Advertise

Daftar Pekurban Dompet Dhuafa Jogja : 1. Annisa Rachmawati binti H.Eddy Wiyono, 2. Bpk Rokin 3. Toyiban 4. Baleu Abdurrahman Soaloom  5. Surya Soetedjo 6. Indra 7. Aji Rakhmanto 8. Dwi Agim Nurul Munir Ahmad 9. Endi Nugroho 10. Arifa 11. Hanif 12. Tuti 13. Heni Nur Hanayanti 14. Maudi Fria Andhini  15. Gilar 16. Niken Larasati

 

Ahlan wa sahlan

Seminar Interaktif: Haruskah LAZ Dibubarkan? PDF Print E-mail
Written by Ahmad Paryanto   
Tuesday, ۲۷ Dzulhijjah ۱٤۳۰

JAKARTA - Pasca iklan Departemen Agama RI tentang kebijakan pengelolaan zakat satu pintu yang kontroversial itu, Islamic Economic and Finance (IEF) Universitas Trisakti mengadakan Seminar Interaktif dengan tema "Haruskah LAZ Dibubarkan?", bertempat di Auditorium Gedung S lantai 8, Kampus Trisakti Grogol. Ratusan peserta yang berasal dari unsur pemerintah, Badan Amil Zakat Daerah, Lembaga Amil Zakat, Mahasiswa dan sejumlah akademisi hadir dalam acara tersebut.

Pada sesi I, Acara yang dipandu oleh Alvito Dianova (Presenter Berita TV ONE) tersebut menghadirkan Prof DR Nasrun Harun, MA, Direktur Pemberdayaan Zakat Departemen Agama RI, DR Amelia Fauzia, MA, Peneliti UIN Jakarta dan Doktor Filantropi dari Melbourne University Australia dan Yusuf Wibisono, SE, ME, Pemerhati Ekonomi dan Wakil Kepada Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia.

Prof Nasrun mengkritik tema yang diusung "Haruskah LAZ Dibubarkan?" karena dinilai salah persepsi dan terlalu bombastis. Menurutnya, pemerintah tidak ada niat sedikitpun untuk membubarkan LAZ (pengelola zakat non pemerintah) yang sudah ada. LAZ hanya diusulkan untuk hanya mengumpulkan dana zakat dan tidak boleh mengelola. Ditambahkannya, bahwa draf terbaru mengusulkan adanya pemberian sangsi kepada muzakki (orang muslim yang mampu membayar zakat) yang enggan menunaikan zakat.

Kontan seluruh peserta pun riuh mendengar paparan Prof Nasrun. DR Amelia Fauzia selaku Pembicara kedua meng-counter paparan Prof Nasrun dengan mengemukakan fakta sejarah Islam, bahwa pengelolaan zakat oleh negara bukanlah aturan baku dalam Islam. Mengacu pada hasil riset yang dilakukannya pada tahun 2007, negara-negara yang memberlakukan sentralisasi zakat seperti Pakistan, Malaysia dan sejumlah negara timur tengah tidak juga mendapatkan hasil maksimal. "Zakat itu kesadaran hati. Di Pakistan, dengan sistem debet rekening, pada tanggal pendebetan zakat, orang ramai-ramai mengosongkan rekeningnya. Sementara di Indonesia, dengan keadaan yang sudah berjalan, kesadaran berzakat sudah sangat luar biasa" tuturnya.

Yusuf Wibisono yang menyoroti aspek ekonomi mengemukakan bahwa isu sentralisasi zakat tidak menguntungkan secara politik, alias kontraproduktif. Ditambah dengan efek hukuman, tentu akan semakin jauh dari harapan. Dia mencontohkan bahwa institusi pajak saja, dengan bingkai undang-undang yang kuat, masih belum mampu mengatasi kejahatan perpajakan. Dia merekomendasikan agar justru memberikan insentif dalam hal ini.

Sesi kedua diisi oleh Azyumardi Azra, pakar keislaman dan mantan Penasihat Wapres Yusuf Kalla, serta Prof. Sofyan Syafri Harahap, Ketua IEF Trisakti. Menurut keduanya, dengan mental pegawai negeri sipil, Depag diperkirakan tidak akan mendapat banyak dukungan dengan isu yang diusungnya. Masyarakatpun menilai dan mengamati. Bahkan Azyumardi menegaskan, jika Depag men-sentralisasikan zakat, maka itu adalah bentuk kooptasi negara.

 
Abrasi Pantai Kuwaru PDF Print E-mail
Written by Ahmad Paryanto   
Wednesday, ۱٤ Dzulhijjah ۱٤۳۰





Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. wikipedia

Dampak pemanasan global telah nyata membaur diantara kehidupan masyarakat Indonesia, tak terkecuali Yogyakarta. Kuwaru, pantai yang berada di srandakan ini telah tergerus oleh ombak segoro kidul (red : laut selatan). jarak daratan ke bibir pantai dari 200 m saat ini hanya 6 meter. Abrasi juga nyaris menenggelamkan bangunan serta sumur penyulingan air laut milik petambak udang yang sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup tambak yang berada disekitar pantai kuwaru.

Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.

Read more...
 
230 Huntara Selesai Dibangun PDF Print E-mail
Written by Ahmad Paryanto   
KAMIS, ۱۷ Dzulka'edah ۱٤۳۰

Sampai pukul 13.00 hari ini, Selasa (3/11) sebanyak 230 unit Hunian Sementara (Huntara) selesai dibangun. Bangunan sementara berbahan kayu berukuran 3 x 6 meter ini dibangun sebanyak 1.000 unit di 12 nagari di 5 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sejauh ini pengerjaan Huntara masih difokuskan di dua Nagari (desa) yaitu Nagari Tapakis dan Nagari Padang Bintungan.

“Di Nagari Tapakis sudah selesai dibangun 163 unit dan Nagari Padang Bintungan 67 unit,” jelas Maghdalena, relawan Dompet Dhuafa Republika di Padang. Pembangunan Huntara melibatkan ratusan relawan dibantu oleh personil TNI AL dari Lantamal II Teluk Bayur, Sumatra Barat.

Sementara data material yang tercatat di Posko Gempa Dompet Dhuafa Republika di Jalan Raya Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, stok untuk menyelesaikan pembangunan 1.000 Huntara masih tersedia 42 meter kubik kayu, 8.050 lembar plywood, 450 lembar papan, 5.300 lembar seng, 363 kaleng cat, dan 1.500 kilogram  paku. Dompet Dhuafa mendatangkan material kayu dari wilayah-wilayah di sekitar Sumbar, termasuk dari Riau karena ketersediaan kayu lokal sangat terbatas.

 

Search on the web

Custom Search

Visitor Map

Locations of visitors to this page

Flag

Stasts

cool hit counter

Polls

 

 

 

 

 

 

 

Mitra Peduli

 

Markaz Mart

Az Zahra salon dan spa

Splash cuci motor dan mobil

Kopma UIN

Kopma Ugm