Program warung beres
- Details
- Published on Friday, 15 April 2011 04:17
- Written by admin-Dompet Dhuafa
- Hits: 695
Pengantar
BAGI sebagian orang, makan di kaki lima sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Selain harganya relatif murah, orang biasanya memilih makan di kaki lima karena lokasinya strategis dan mudah dijangkau. Namun, amankah makanan yang dijajakan di kaki lima?
Coba Anda tengok pada jam istirahat kerja. Warung-warung kaki lima yang berada tak jauh dari perkantoran selalu ramai diserbu pembeli. Di bangku atau kursi yang disediakan seadanya, para pekerja berdesak-desakan di bawah tenda yang panas. Pada malam hari, warung kaki lima juga ramai diserbu pembeli.
Namun, sayang, meski banyak peminat, kebersihan dan keamanan makanan yang dijual di kaki lima masih diragukan. Dosen pada Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Eddy Setyo Mudjajanto, mengatakan, faktor kebersihan dan keamanan makanan memang sering diabaikan pedagang makanan di kaki lima.
Menurut Eddy, hal ini disebabkan kurangnya edukasi kepada pedagang serta minimnya fasilitas kebersihan, seperti air bersih di lokasi berjualan.
Sebagai contoh, sebagian besar penjual makanan di kaki lima mencuci peralatan makan/minum dengan air seadanya. ”Piring gelas hanya dicelup-celup, disabuni, lalu dicelup lagi. Airnya saja jarang diganti,” kata Eddy. Ia menambahkan, idealnya, peralatan makan/minum dicuci dengan air mengalir agar kotoran dan kuman tidak menempel pada peralatan makan/minum.
Kondisi semacam ini menuntut ketelitian dan kehati-hatian pembeli bila tetap ingin makan di kaki lima. ”Cara paling mudah memilih makanan yang bersih di kaki lima adalah memerhatikan kebersihan warung dan lingkungannya,” kata Eddy.
Perhatikan apakah warung itu berdekatan dengan selokan, tempat sampah, atau WC umum. Perhatikan pula apakah ada kecoak atau tikus di sekitar warung kaki lima. ”Kalau ada, berarti warung itu jorok. Kedua hewan itu senang berada di tempat kotor,” katanya.
Menurut Eddy, tidak ada salahnya menengok pula ”dapur” yang digunakan untuk memasak. Dapur yang bersih menandakan bahwa pedagang peduli terhadap kebersihan saat mengolah makanan.
Hal lain yang kerap diabaikan penjual makanan kaki lima adalah kebersihan tangan saat melayani pembeli. Sering kali pedagang dengan santainya meracik makanan menggunakan tangan, padahal tangan mereka baru saja memegang uang. ”Pedagang harus dididik menggunakan sarung tangan atau alat penjepit makanan,” tutur Eddy.
Tujuan Program
Program ini bertujuan untuk :
- Memberikan kesadaran kepada pedagang angkringan tentang arti kebersihan makanan yang disajikan
- Memberikan kenyamanan kepada pelanggan atau konsumen dalam menikmati sajian yang dihidangkan oleh
Pedagang Angkringan.
- Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap para pedagang pedagang angkringan bahwa makanan atau
minuman yang dijual tidak tercemar bahaya pangan mikrobiologis dan kimia.
Penerima Manfaat
Penerima manfaat dari program ini adalah pedagang kaki lima makanan mupun minuman dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut :
- Berasal dari keluarga yang tidak mampu
- Administrasi berupa data diri, foto copy KTP, pas foto 3 x 4.



















Program 








