Sinyal Kesiagaan
- Details
- Published on Monday, 16 January 2012 05:56
- Written by admin
- Hits: 98

Pergantian musim memberikan sinyal kepada kita untuk bersiap siaga. Terlebih Indonesia yang berada di antara 2 samudera yaitu pasifik dan hindia. Posisi yang strategis menandakan pula bahwa ancaman bisa datang dalam bentuk apapun.
Tak terkecuali banjir yang kini sedang terjadi dimana-mana. Curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia terus meningkat signifikan. Puncak musim hujan 2012 diperkirakan terjadi pada akhir Januari hingga awal Februari. Sejumlah wilayah terancam dilanda bencana banjir.
Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, menyatakan 10 wilayah di Indonesia akan mengalami banjir dengan rentang waktu yang hampir bersamaan. 10 wilayah tersebut adalah Solo, Sragen, Sleman, Yogyakarta, Klaten, Brebes, Nganjuk, Pasuruan, Bungo, dan Banjar. Ancaman banjir meningkat pada bulan Januari, yang merupakan puncak musim hujan.
Hujan deras yang terjadi Minggu (1/1/2011) mengakibatkan sungai di Yogyakarta meluap, 2 diantaranya yiatu Winongo dan Gajah wong. Di kampung papringan RT 07, warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Lokasi program Institut Mentas Unggul Dompet Dhuafa yang berada di daerah yang sama pun disulap menjadi tempat pengungsian warga yang menampung 100 orang warga. Untuk tahap emergency Dompet Dhuafa Jogja menyediakan nasi bungkus. Pada pagi harinya Dompet Dhuafa Jogja mensupport warga untuk kerja bakti dan memberikan Aksi Layan Sehat (ALS) yang dilakukan oleh Tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC). Aksi tersebut juga dilakukan di wilayah terdampak lain yaitu kampung Bener, Tegalrejo yang berada di bantaran kali Winongo. Selain itu, untuk anak-anak diberikan program Sekolah Ceria sebagai Trauma Healing dengan cerita dongeng dan membagikan 100 paket makanan sehat.
Selain fase emergency, Dompet Dhuafa Jogja juga melakukan aktifitas pengurangan resiko bencana yaitu dengan mengadakan pelatihan kepada amil dalam bidang water rescue. Pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal kepada setiap amil jika sewaktu-waktu terjadi banjir. Saat ini Dompet Dhuafa Jogja telah memiliki peralatan water rescue seperti perahu karet, baju pelampung, dll. Sedangkan kelengkapan umum yang telah dimiliki yaitu radio komunikasi untuk pemantauan lahar dingin, serta armada ambulance yang dapat dipakai sewaktu-waktu terjadi bencana.
Dompet Dhuafa Jogja sebagai lembaga amil zakat juga konsen terhadap bencana yang terjadi. Bencana yang sewaktu-waktu terjadi patutlah menggugah nurani kita untuk membantu saudara kita yang terlanda.
Oleh: Ahmad Paryanto (Direktur Dompet Dhuafa Jogja)




















Artikel 







