Suratmin:Alhamdulillah Ada Shelter Pasien Dompet Dhuafa
- Details
- Published on Monday, 16 January 2012 06:13
- Written by admin
- Hits: 110

Perawakannya kurus kering, saat berjalan dan berlari nafasnya tersengal-sengal. Kondisi seperti itu telah dialami Suratmin (10) sejak dua tahun lalu. Ya, bocah asal Lampung ini mengalami jantung bocor.
Akibat penyakit tersebut, di sekolahnya pun anak yang duduk di kelas 3 SD Kibang Yekti Jaya, Lampung ini dilarang melakukan aktivitas olahraga yang terlalu berat oleh gurunya. Jika merasa kelelahan, Suratmin muntah darah.
Melihat kondisi seperti itu, Suliono, orang tua Suratmin memeriksakan anaknya ke RS Abdul Muluk, Lampung. Lantaran peralatan medis di rumah sakit itu terbatas, Suratmin disarankan untuk segera operasi di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Berbekal uang secukupnya, pria yang kesehariannya hanya buruh di perkebunan sawit ini nekat membawa buah hatinya ke RSCM.
Setibanya di Jakarta, Suliono, yang merupakan transmigran asal Jawa Timur tersebut kebingungan. Di tengah kebingungan, Suliono tidak sengaja bertemu dengan pengelola Shelter Pasien RSCM Dompet Dhuafa.
Setelah diwawancarai singkat oleh Dompet Dhuafa, Suliono, istrinya dan Suratmin diperbolehkan menempati kamar di shelter yang letaknya tidak terlalu jauh dengan RSCM. Setelah beberapa hari menunggu Suratmin mendapat kamar untuk operasi.
“Alhamdulillah ada shelter Dompet Dhuafa, sehingga kami tidak terlunta-lunta selama di Jakarta,” ungkap Suliono, ayah Suratmin.
Operasi tersebut berjalan dengan baik. 21 Desember 2011 lalu Suratmin telah diperbolehkan pulang. Suratmin merasa senang, karena anaknya kini bisa beraktifitas seperti anak normal lainnya. “Semoga para donatur diberi keluasan rejeki oleh Allah atas infak yang diberikan kepada kami lewat shelter Dompet Dhuafa di RSCM,“ kata Suratmin sumringah. [aep/nes]




















Artikel 







