Investasi Kesehatan Untuk Pertumbuhan Ekonomi
- Details
- Published on Tuesday, 31 January 2012 02:29
- Written by admin
- Hits: 217

Kesehatan adalah dasar produktivitas kerja. Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat fisik dan mentalnya, lebih energik, kuat, dan produktif. Tingkat kinerja yang baik akan meningkatkan penghasilan individu. Fenomena ini biasanya terjadi pada negara-negara berkembang. Sistem kerja di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, masih mengandalkan pekerjaan manual di mana otot dan tenaga manusia sangat diutamakan.
Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Penduduk yang besar berarti potensi SDM juga besar. SDM merupakan faktor strategis dalam pembangunan ekonomi.
Menurut data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes 2010, secara garis besar kondisi kesehatan di Indonesia mengalami perbaikan, yang dapat dilihat dari penurunan angka kematian bayi, penurunan prevalensi gizi kurang pada balita, meningkatnya angka harapan hidup, dan penyediaan fasilitas kesehatan yang semakin lengkap dan terjangkau. Meski demikian masih terdapat tantangan baru sebagai akibat perubahan sosial dan ekonomi.
Indonesia saat ini berada pada transisi epidemiologi di mana penyakit tidak menular meningkat sementara penyakit menular masih menjadi penyebab penyakit utama. Sebagai contoh adalah penyakit kardiovaskuler, yang menyebabkan 30% kematian di Jawa dan Bali. Indonesia berada di antara sepuluh negara di dunia dengan penderita diabetes terbesar. Di saat yang bersamaan, penyakit menular dan bersifat parasit menjadi penyebab dari ±22% kematian. Perubahan yang diiringi semakin kompleksnya pola penyakit merupakan tantangan terbesar bagi sistem kesehatan di Indonesia (World Bank, 2010).
Penduduk Indonesia dikenal memiliki kepekaan sosial yang tinggi dengan semangat saling membantu yang tinggi pula. Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Dimana wajib bagi setiap pemeluknya untuk membayar zakat. Sistem pengelolaan zakat yang efektif akan sangat membantu masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan utamanya dalam hal pembiayaan. Zakat yang terkumpul dapat direalisasikan untuk membangun dan mengelola balai pengobatan cuma-cuma khusus kaum dhuafa. Jika konsep ini dijalankan secara nasional maka tingkat kesehatan masyarakat Indonesia akan lebih terjaga. Harapan lebih jauh dari penerapan konsep ini adalah meningkatnya produktifitas sehingga pendapatan per kapita akan naik.
Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) adalah program Dompet Dhuafa khusus di bidang kesehatan yang didanai dari zakat masyarakat. LKC turut mengatasi besarnya masalah kesehatan di Indonesia melalui empat pendekatan, yaitu promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pada pendekatan promotif dan prenventif LKC giat mengadakan penyuluhan kesehatan. Contohnya adalah penyuluhan tubercullosis, ASI eksklusif, diabetes mellitus dan leptospirosis. Di tindakan kuratif LKC memiliki tiga gerai sehat yaitu di Jl. Palagan Tentara Pelajar no. 84, Rejowinangun Jogja dan Samigaluh Kulon Progo. Selain itu guna melengkapi aksi kuratif, LKC mengadakan operasi katarak massal secara cuma-cuma. Untuk tahap rehabilitatif, LKC bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di Jogja.
Oleh: Bambang Edi Prasetyo (Manager Pendayagunaan Dompet Dhuafa Jogja)




















Artikel 







