Selamatkan Lingkungan Mulai dari diri sendiri
- Details
- Published on Wednesday, 05 May 2010 01:32
- Written by admin
- Hits: 591
Islam sebagai agama rahmatan lil alamin sangat menganjurkan ummatnya untuk ramah kepada lingkungan dan senantiasa bersahabat dengan alam. Rasulullah SAW banyak bersabda mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Satu caranya adalah dengan menanam pohon.
Di samping fungsi secara umum, pohon juga berfungsi sebagai pengatur iklim mikro, penyerap polusi, jalur satwa, penciri daerah, dan lain-lain. Dari segi estetika pohon juga menciptakan keindahan yang kadang tanpa kita sadari. Tanpa pohon, suplay oksigen dan kebutuhan pangan konsumen tingkat satu tidak dapat dipenuhi dan mereka akan mati. Pohon juga merupakan bagian dari pembentuk hutan.
Secara global, keberadaan hutan yang rimbun dengan pepohonan sangat penting bagi kehidupan. Tidak ada hutan berarti musnalah kehidupan. Berdasarkan hasil penelitian di Amerika, satu partikel polutan, misalnya karbon dioksida, yang terbang ke udara dapat merusak seribu partikel ozon (O3). Kemudian sedikit demi sedikit ozon yang melindungi bumi itu berlubang. Saat ini, lubang ozon diperkirakan telah terkikis sebesar benua Australia. Bumi tanpa pelindung lapisan ozon bagaikan manusia tanpa kulit. Jika manusia tidak memiliki kulit pastilah organ dalam mudah sakit, terinfeksi, panas, tidak nyaman dan kemungkinan hidup hanya sementara saja. Demikian juga yang terjadi pada bumi kita apabila tidak dilindungi lagi dengan lapisan ozon. Suasana panas, perubahan iklim yang kestrim dan gangunan kehidupan di bumi mulai muncul dan mengancam keberlanjutan kehidupan di bumi. Berbagai ganguan itu muncul karena polusi tidak ada yang menyerap.
Selain melubangi ozon, partikel itu juga menjadikan efek rumah kaca, yaitu memantulnya kembali sinar matahari yang jatuh ke bumi dan pemantulan yang berulang menyebabkan pemanasan global. Sinar ultraviolet yang langsung diterima kulit tanpa lapisan ozon juga beresiko tinggi menyebabkan kanker kulit ganas.
Pada dasarnya semua hal itu tidak perlu terjadi jika polutan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia baik dari kendaraan, pabrik, AC sampai asap rokok diserap oleh tumbuhan. Pada akhirnya jalan terakhir untuk menyelamatkan bumi ini adalah dengan menyelamatkan hutan. Ironisnya, kerusakan huran khususnya di Indonesia sudah sangat parah dan terus berlanjut. Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6 juta hektar per tahun, sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3,8 juta hektar per tahun. Ini menjadikan Indonesia sebgai salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Di Indonesia berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan rusak, diantaranya seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan. Dengan kondisi seperti ini diramalkan 2010 hutan dataran rendah non rawa akan hilang di Sumatra dan di Kalimantan. Hilangnya hutan tersebut jelas mengancam kehidupan di bumi dan sudah saatnya manusia mulai bersahabat dengan lingkungan dan melakukan penanaman kembali dan mengelola hutan secara lestari dengan memperhatikan aspek lingkungan.




















Artikel 








