|
Silaknas Dewan Pengawas Syariah (DPS) Aliansi GZuI 1431 H |
|
|
|
Written by Ahmad Paryanto
|
|
SENIN, ۲۲ Rabi'ul Awal ۱٤۳۱ Agenda Silaturahim Nasional (Silaknas) Dewan Pengawas Syariah (DPS) 1431 H akan segera bergulir. Silaknas ini merupakan tindak lanjut dari hasil Silaknas Pimpinan Aliansi Gerakan Zakat untuk Indonesia (GZuI) di Padang, Oktober 2009. Setidaknya ada tiga hal utama yang akan menjadi pokok pembahasan dalam forum yang menghadirkan anggota dewan syariah Aliansi GZuI dari seluruh Indonesia ini, yaitu:
- Opini syariah tentang penetapan batas nishab zakat penghasilan, sebagai batas ambang seseorang dinyatakan wajib untuk menunaikan zakat penghasilan di setiap wilayah operasional anggota Aliansi GZuI
- Opini syariah tentang penetapan batas had al kifayah, sebagai batas ambang seseorang dinyatakan tidak mampu dan layak untuk mendapatkan distribusi dana zakat dalam bentuk program pendayagunaan zakat di wilayah operasional anggoa Aliansi GZuI
- Opini syariah tentang berbagai permasalahan yang dihadapi oleh anggota Aliansi GZuI, yang tercantum dalam Daftar Isian Masalah Syariah (DIMS 1431 H)
Kegiatan ini akan dilaksanakan dari tanggal 30 Maret – 1 April 2010 di Univesity Hotel, Yogyakarta. Untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, silakan mengunduh:
- Formulir Keikutsertaan (Formulir Silaknas DPS)
- Daftar Acara dan Kegiatan (Jadwal Acara & Kegiatan Silaknas DPS 1431)
- Daftar Isian Masalah Syariah (DIMS) 1431 H (DAFTAR ISIAN MASALAH SYARIAH 2010) sebagai langkah inventarisasi masalah syariah yang dihadapi. Mohon DIMS dapat disampaikan sebelum tanggal 19 Maret 2010.
|
|
|
Pembinaan Penerima Beasiswa |
|
|
|
Written by Ahmad Paryanto
|
|
SENIN, ۲۲ Rabi'ul Awal ۱٤۳۱ Pembinaan bagi siswa pemetik manfaat beasiswa Unilever yang ketiga kalinya ini diselenggarakan pada hari Ahad, 31 Januari 2010 berlokasi di Taman Pintar Yogyakarta. Lokasi ini dipilih karena dianggap mampu memberikan hiburan yang menarik siswa tanpa harus meninggalkan unsur edukasi. Konsep pembinaan kali ini adalah observasi yang akan dilakukan siswa terhadap seluruh media edukatif yang ada di taman pintar. Taman pintar memang berisi perlatan edukatif seperti alat-alat yang berhubungan dengan teknologi informasi, fisika, kimia dan masih banyak lagi. Selain itu juga ada miniature yang menunjukkan proses terjadinya bencana alam seperti gempa dan tsunami.
|
|
Read more...
|
|
LKC Jogja Peduli Wonosobo |
|
|
|
Written by Ahmad Paryanto
|
|
JUM'AT, ۱۳ Rabi'ul Awal ۱٤۳۱ Bencana tanah longsor yang terjadi pada januari 2010 di Wonosobo telah memakan korban jiwa sejumlah 6 orang. Selain itu bencana tersebut menyebabkan 10 rumah tertimbun longsor dan puluhan lainnya rusak berat dan ringan. LKC Jogja segera meluncur memberikan bantuan kepada para korban yang mengungsi di Balai Desa Desa Tieng Kecamatan kejajar Wonosobo tersebut. pukul 12 malam tim LKC Jogja bersama dengan relawan tiba di Wonosobo. Pagi harinya tim segera meluncur ke lokasi yang ditempuh dalam waktu 30 menit.
LKC jogja mengadakan identifikasi kebutuhan pengungsi dan korban dan membantu mengevakuasi korban. Pada kesempatan itu tim LKC memberikan bantuan Obat-obatan, pakaian sebagai tindakan emergency. Pada tahap selanjutnya tim LKC juga memberikan alat-alat pertanian seperti sabit, cangkul dan juga almari kepada 10 KK yang rumahnya tertimbun longsor. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi para pengungsi dan korban, tutur Ahmad Paryanto manager LKC Jogja yang terjun langsung ke lapangan. Dalam 3 bulan kedepan akan direlokasi oleh Pemerintah Kabupaten setempat dengan mengambil lokasi yang cukup aman.
|
|
|
Social Enterpreneur Leader |
|
|
|
Written by Ahmad Paryanto
|
|
JUM'AT, ۱۳ Rabi'ul Awal ۱٤۳۱
Dua puluh peserta Social Entrepreneur Leader (SEL) utusan dari anggota Aliansi Gerakan Zakat untuk Indonesia (GZuI) yang berasal dari 13 provinsi di Indonesia berkumpul di Bumi Pengembangan Insani (BPI) Dompet Dhuafa. Tak ketinggalan Dompet Dhuafa Jogja mengirimkan Manager Program Ahmad Paryanto. Di lokasi yang merupakan bagian dari Zona Madina ini, mereka mendapatkan serangkaian program pengembangan kapasitas amil selama lima hari, terhitung sejak 22- 26 Pebruari nanti. Tercatat beberapa tokoh akan hadir untuk berbagi ilmu dan pengalaman mereka di bidang pemberdayaan masayarakat, seperti: Erie Sudewo (Founder Dompet Dhuafa dan Penerima Social Entrepreneur Award 2009 dari Erns & Young), Arifin Purwakananta (Direktur Program DD), Zainal Abidin (Rektor Institut Kemandirian DD), Supardi Lee (Motivator dan Penulis Buku Best Seller), dan Iqbal Setyarso (Jurnalis Senior Filantropi).
Kegiatan yang dibuka oleh Arifin Purwakananta ini juga dihadiri lebih dari 20 observer dari jejaring program Dompet Dhuafa, seperti Lembaga Pengembangan Insani (LPI) dan Masyarakat Mandiri (MM). LPI sendiri menerjunkan lebih dari 15 observer yang berasar dari koordinator program pendidikan, seperti SMART-EI, Makmal Pendidikan dan Bea Studi Etos.
Di akhir kegiatan SEL, juga akan dilangsungkan Rapat Koordinasi Nasional Program Pendayagunaan ZISWAF, yang melibatkan Direktorat Program Dompet Dhuafa dan seluruh pengelola program anggota Aliansi GZuI. Beberapa target program yang akan menjadi simpul sinergi adalah program pengembangan masyarakat wilayah perbatasan NKRI, pembinaan masyarakat wilayah pedalaman dan gerakan sedekah pohon di wilayah operasi anggota Aliansi GZuI.
Semoga kiprah ini semakin memperluas sebaran manfaat zakat di seluruh penjuru Indonesia.
( Diambil dari pengembangan jaringan DDR di rubah seperlunya )
|
|
Seminar Interaktif: Haruskah LAZ Dibubarkan? |
|
|
|
Written by Ahmad Paryanto
|
|
Tuesday, ۲۷ Dzulhijjah ۱٤۳۰ JAKARTA - Pasca iklan Departemen Agama RI tentang kebijakan pengelolaan zakat satu pintu yang kontroversial itu, Islamic Economic and Finance (IEF) Universitas Trisakti mengadakan Seminar Interaktif dengan tema "Haruskah LAZ Dibubarkan?", bertempat di Auditorium Gedung S lantai 8, Kampus Trisakti Grogol. Ratusan peserta yang berasal dari unsur pemerintah, Badan Amil Zakat Daerah, Lembaga Amil Zakat, Mahasiswa dan sejumlah akademisi hadir dalam acara tersebut.
Pada sesi I, Acara yang dipandu oleh Alvito Dianova (Presenter Berita TV ONE) tersebut menghadirkan Prof DR Nasrun Harun, MA, Direktur Pemberdayaan Zakat Departemen Agama RI, DR Amelia Fauzia, MA, Peneliti UIN Jakarta dan Doktor Filantropi dari Melbourne University Australia dan Yusuf Wibisono, SE, ME, Pemerhati Ekonomi dan Wakil Kepada Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia.
Prof Nasrun mengkritik tema yang diusung "Haruskah LAZ Dibubarkan?"
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
|
Page 1 of 5 |