
Karir
There are no events at this time![]()
Spotlight
Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan Dompet Dhuafa Jogja menyelenggarakan pawai kampanye zakat pada ahad (8/8) lalu. Pawai berjalan sepanjang jl Maioboro Yogyakarta dan berhenti di kilomenter 0 Yogyakarta. acara ini dihadiri oleh seluruh jejaring Dompet Dhuafa dan lembaga zakat yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ) DIY.
Â
Dalam rangka Pemilihan Bintang radio yang dilaksanakan RRI kali ini dimeriahkan dengan pawai andong bersama mengelilingi Kota Yogyakarta (10/07). Turut dalam kegiatan tersebut andong Dompet Dhuafa Jogja
Dalam rangka persiapan Ramadhan 1431 H DD Jogja melakukan clasical training Fundraiser untuk mengoptimalkan pelayanan DD Jogja kepada masyarakat DIY (21/07). Acara tersebut di isi dengan materi Fiqh Zakat, Teknik Fundraising dan Pemaparan Program Dompet Dhuafa Jogja.
Jalur Mudah Berzakat
Kini kami hadir lebih dekat
Salurkan Zakat, Infaq anda ditempat berikut :
Unit Layanan Zakat Dompet Dhuafa Jogja
1. BMT Nur Ikhlas
Komplek Pertokoan Babarsari No 62 Depok Sleman
2. ULZ Al Ikhlas
Samirono CT VI No 66 A Depok, Sleman
3. BMT Al Ikhlas dan seluruh kantor Cabang
Jl. Prof Dr Yohannes Yogyakarta
Konter Zakat Dompet Dhuafa Jogja
1. Carrefour Ambarukmo Plaza Lt 1
2. Carrefour Maguwoharjo
3. Indogrosir Jl. Magelang
4. Galleria Mall Jl. Jendral Sudirman
Rekening Donasi

Â

Â

Â
Â

| Designed by: |
| Abrasi Pantai Kuwaru |
|
|
|
Wednesday, ۱٤ Dzulhijjah ۱٤۳۰ Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. wikipedia Dampak pemanasan global telah nyata membaur diantara kehidupan masyarakat Indonesia, tak terkecuali Yogyakarta. Kuwaru, pantai yang berada di srandakan ini telah tergerus oleh ombak segoro kidul (red : laut selatan). jarak daratan ke bibir pantai dari 200 m saat ini hanya 6 meter. Abrasi juga nyaris menenggelamkan bangunan serta sumur penyulingan air laut milik petambak udang yang sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup tambak yang berada disekitar pantai kuwaru. Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.  Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan. Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai norwegia, di mana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.  Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbarui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali. Last Updated ( Wednesday, ۱۰ Rabi'ul Awal ۱٤۳۱ ۱٥:۰۰ )
|












