|
Panen Sayur di Daarul Hikmah |
|
|
|
Written by Abu Fira
|
|
SENIN, ۰۲ Rajab ۱٤۳۱ Magelang (12-06) Program membangun Santripreneurship yang dilakukan di Pondok Pesantren Daarul Hikmah telah berhasil mewujudkan Pondok Pesantren Agro yang cukup baik. Hal itu tercermin dari telah dilaksanakannya prosesi panen Perdana Sayuran yang ditanam. Pondok Daarul Hikmah mendapat suntikan dana 88 juta lebih untuk program pertanian dan program peternakan.
"Program tersebut merupakan salah wujud komitmen kami untuk mewujudkan "Integrated Farming" / Pesantren Holtikultura yang tak terpisahkan dari Dompet Dhuafa Goes Green" tutur Ahmad Paryanto Manager Program Dompet Dhuafa Jogja. Pada kesempatan tersebut telah dipanen mentimun, kacang panjang dan segera menyusul buah melon serta tanaman lainnya seperti cabai merah keriting, cabai riwit, terung, tomat, pepaya thailand, caisin, dan jeruk. "Pada saat ini kacang panjang dapat dipanen setiap 2 hari sekali dengan hasil sekitar 80 Kg per panen" demikian tutur suparkam pengelola pondok Pesantren Daarul Hikmah Borobudur.
Sedangkan untuk peternakan saat ini dalam tahap pembangunan kandang. Dompet Dhuafa Jogja akan memberikan 100 ekor kambing untuk dikelola oleh Pondok Pesantren, tentunya dengan melibatkan para santri. Tujuan melibatkan santri dalam mengelola program ini adalah untuk mendidik santri sehingga ketika mereka berada di tengah masyarakat, mereka dapat berdakwah dengan pertanian dan peternakan yaitu mengajak masyarakat untuk bertani dan beternak secara santun dengan memperhatikan ayat-ayat Alloh serta mencontoh Rosulullah SAW.
Dalam sambutannya Bupati Magelang Ir Singgih Sanyoto yang diwakili oleh asisten daerah memberikan gambaran bahwa wilayah Magelang sangat potensial untuk pengembangan tanaman sayuran. hal itu dilihat dari kondisi jumlah lahan yang digunakan untuk pertanian yang masih cukup luas.
|
|
|
Dari dusun menuju UI |
|
|
|
Written by Abu Fira
|
|
SENIN, ۲٦ Jamadil Awal ۱٤۳۱ “Selamat ya mas.. anak dari DD Jogja yang di SMART EKSELENSIA Bogor masuk Universitas Indonesia(UI) jurusan Antropologi lewat jalur PMDK” tutur Lativah Kepala Sekolah SMA SMART EI lewat telepon yang diterima oleh Amil DD Jogja(10/05). Pada tahun ini ada 2 orang siswa sekolah akselerasi berasrama yang berasal dari daerah kerja DD Jogja telah masuk ke UI yaitu Aji Bagoes dan Ilham Al Majid masing-masing diterima di Antropologi dan Sastra Belanda UI. Keduanya akan segera melanjutkan kuliah disana yang akan disusul 19 siswa lainnya yang kini sedang menunggu-nunggu hasil PMDK di PTN yang mereka pilih. Siswa-siswa tersebut merupakan siswa berprestasi dengan keadaan keluarga yang kurang mampu. Disaat banyak orang menyerah dengan ketidak punyaan, anak-anak ini berusaha mewujudkan mimpi-mimpi mereka.
Untuk tahun ini siswa yang akan menyusul ke kawah candradimuka SMART EKSELENSIA berjumlah 4 orang yaitu dari Sleman, Kebumen, Kota Yogyakarta dan Gunung Kidul masing-masing 1 anak. Mohon doa dari para muzzaki dan mitra semoga anak-anak tersebut dapat mencapai cita-citanya. Amiin.
|
|
LKC Jogja Bantu Nakerwan Hongkong |
|
|
|
Written by Abu Fira
|
|
SENIN, ۲٦ Jamadil Awal ۱٤۳۱

Banjarnegara, Berita DD – Tim Dokter dari Dompet Dhuafa Jogja turut berpartisipasi memeriahkan acara pelatihan wirausaha bagi keluarga Nakerwan yang diselenggarakan di depan Balai Desa Masaran, Kec. Bawang, Kab. Banjanegara, Jawa Tengah. Warga desa Masaran dan sekitarnya dibagikan kupon yang nantinya ditukar dengan layanan kesehatan termasuk obat-obatannya. Sejumlah Relawan DD Hongkong yang berasal dari eks-Nakerwan tampak sibuk melayani proses registrasi karena antusiasme warga pada kegiatan ini cukup besar. Para hadirin yang sebagian besar terdiri dari para ibu mengaku selama ini mereka banyak mengeluh soal kesehatan mereka. “Biasa, sakit kepala, gatal-gatal, anak flu, tapi kalau pergi ke puskesmas rasanya enggan. Sekarang mumpung ada yang dekat, apalagi pengobatan gratis” tukas salah seorang ibu. Kepala Desa Masaran, Turoyo sempat bercanda bahwa jika tim dokter DD Jogja pulang dengan membawa pulang obat yang masih banyak, maka ini artinya warga desanya dan desa sekitarnya sehat semua. “Saya berharap kotak obatnya masih penuh dan tidak banyak dipakai. Artinya warga desa saya sehat-sehat saja” katanya yang membuat para hadirin tersenyum. sebanyak lebih dari 200 orang mengikuti pengobatan gratis yang jarang dilakukan di desa tersebut. "Dengan dilaksanakan program ini di wilayah Jawa Tengah diharapkan akan semakin banyak penerima manfaat dari dana Zakat, Infak yang diamanahkan muzzaki kepada DD Jogja" tambah Ahmad Paryanto Manager Program DD Jogja.
|
|
|
Pesantren Holtikultura di Borobudur |
|
|
|
Written by Abu Fira
|
|
SENIN, ۲٦ Jamadil Awal ۱٤۳۱
Berpuluh abad yang lalu di tengah gurun jazirah arab seorang Rosul bersabda “Berhematlah dalam menggunakan air, walaupun engkau berada di sungai yang deras”. Di Jazirah arab tentunya sulit menemukan sungai yang deras, namun dengan ilmu Allah, Nabi Muhammad SAW telah diberi petunjuk bahwa di belahan bumi lain, ada air yang berlimpah. Lebih jau Rosul SAW senang kepada petani dan bahkan pernah menyatakan tidak akan kelaparan orang yang punya pertanian ( tanaman ).
Inilah yang kemudian melandasi Dompet Dhuafa Jogja menggerakkan program Pesantren Holtikultura. Ini merupakan salah satu cara untuk menyehatkan bumi yang semakin sakit. Program ini berupaya mengajak pesantren untuk berperan aktif dan berkarya nyata dalam usaha penyelamatan lingkungan. Mengapa pesantren yang digandeng? “Karena jumlah pesantren yang banyak serta sangat dekat dengan masyarakat” ungkap Manager Program Dompet Dhuafa Jogja Ahmad Paryanto. Program ini juga merupakan rangkaian dari program Dompet Dhuafa Goes Green yang merupakan tagline baru DD.
Sejumlah tanaman sayuran serta pohon produktif akan ditanam dan diserahan pengelolaannya kepada pesantren dhuafa. Pesantren yang dipilih untuk menjadi pilot project adalah Pesantren dan Panti Asuhan Daarul Hikmah yang berada di Dusun Sabrangrowo yang berada tepat di belakang Candi Borobudur. Pesantren ini memiliki 100 santri yang berasal dari keluarga dhuafa. Pada proses pengelolaan sayuran dan tanaman produktif tersebut para santri mempunyai peran yang besar. Selain ilmu agama yang diperoleh tentunya para santri memperoleh bekal ilmu pertanian.
Areal yang disiapkan pesantren untuk mewujudkan pesantren holtikultura ini sejumlah 2 Hektare yang kesemuanya adalah tanah wakaf dari masyarakat. Area tersebut saat ini telah diolah dan siap ditanami dengan berbagai sayuran antara lain caisin, terong, cabe merah, cabe keriting, kangkung darat, pepaya thailand, jerk, melon, semangka. “Bahkan saat ini areal 3000 m2 yang telah ditanami kacang panjang telah tumbuh subur” ujar Parkam Penanggung jawab pertanian pesantren Daarul Hikmah. Pesantren ini telah mempunyai blue print untuk pengembangan wisata agro sehingga ketika banyak yang datang ke Candi Borobudur maka dapat pula berwisata agro sehingga perjalanan wisatanya lengkap yaitu wisata religi, budaya dan wisata agro. “Hasil dari pertanian ini akan digunakan untuk biaya pendidikan santri dan kebutuhan konsumsi” demikian ditambahkan Ustad Habib pengasuh Pesantren.
Mari bersedekah untuk mewujudkan pesantren Holtikultura di setiap kota di DIY dan Jateng sebagai upaya untuk penyelamatan bumi sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui Pondok Pesantren. Wujudkan dengan Donasi melalui rekening Donasi di BNI Syariah 1-8888-9999-5 a/n Yayasan Dompet Dhuafa Republika-DD Jogja.
|
|
Selamatkan Lingkungan Mulai dari diri sendiri |
|
|
|
Wednesday, ۲۱ Jamadil Awal ۱٤۳۱ Islam sebagai agama rahmatan lil alamin sangat menganjurkan ummatnya untuk ramah kepada lingkungan dan senantiasa bersahabat dengan alam. Rasulullah SAW banyak bersabda mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Satu caranya adalah dengan menanam pohon.
Di samping fungsi secara umum, pohon juga berfungsi sebagai pengatur iklim mikro, penyerap polusi, jalur satwa, penciri daerah, dan lain-lain. Dari segi estetika pohon juga menciptakan keindahan yang kadang tanpa kita sadari. Tanpa pohon, suplay oksigen dan kebutuhan pangan konsumen tingkat satu tidak dapat dipenuhi dan mereka akan mati. Pohon juga merupakan bagian dari pembentuk hutan.
Secara global, keberadaan hutan yang rimbun dengan pepohonan sangat penting bagi kehidupan. Tidak ada hutan berarti musnalah kehidupan. Berdasarkan hasil penelitian di Amerika, satu partikel polutan, misalnya karbon dioksida, yang terbang ke udara dapat merusak seribu partikel ozon (O3). Kemudian sedikit demi sedikit ozon yang melindungi bumi itu berlubang. Saat ini, lubang ozon diperkirakan telah terkikis sebesar benua Australia. Bumi tanpa pelindung lapisan ozon bagaikan manusia tanpa kulit. Jika manusia tidak memiliki kulit pastilah organ dalam mudah sakit, terinfeksi, panas, tidak nyaman dan kemungkinan hidup hanya sementara saja. Demikian juga yang terjadi pada bumi kita apabila tidak dilindungi lagi dengan lapisan ozon. Suasana panas, perubahan iklim yang kestrim dan gangunan kehidupan di bumi mulai muncul dan mengancam keberlanjutan kehidupan di bumi. Berbagai ganguan itu muncul karena polusi tidak ada yang menyerap.
Selain melubangi ozon, partikel itu juga menjadikan efek rumah kaca, yaitu memantulnya kembali sinar matahari yang jatuh ke bumi dan pemantulan yang berulang menyebabkan pemanasan global. Sinar ultraviolet yang langsung diterima kulit tanpa lapisan ozon juga beresiko tinggi menyebabkan kanker kulit ganas.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>
|
|
Page 3 of 8 |